Ternyata Fintech ada yang Non-Bank dan Versi Banknya! Bedanya Apa?

Elshinta

Adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia selama satu tahun lebih, membuat segala aspek kehidupan masyarakat berubah cukup signifikan. Salah satunya yaitu dalam kegiatan yang berkaitan dengan transaksi keuangan. Sebelum adanya pandemi di Indonesia, meskipun teknologi dalam bidang keuangan sudah mulai menjamur, tidak sedikit masyarakat yang masih sangat mengandalkan transaksi secara langsung atau tunai. Akan tetapi, ketika pandemi datang melanda, pergerakan masyarakat pun menjadi terbatas karena adanya himbauan pembatasan sosial untuk mengurangi risiko penularan. Pembatasan tersebut mendorong masyarakat harus mengandalkan transaksi secara digital untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. Sebelum membahas lebih lanjut, kita perlu memahami apa yang dimaksud dengan fintech (financial technology). Dikutip dari OJK, fintech adalah:

“Sebuah inovasi pada industri jasa keuangan yang memanfaatkan penggunaan teknologi. Produk fintech biasanya berupa suatu sistem yang dibangun guna menjalankan mekanisme transaksi keuangan yang spesifik.”

Melihat dari fenomena penggunaan aplikasi teknologi keuangan di Indonesia, terdapat berbagai penemuan yang menarik. Berdasarkan riset salah satu produk bank digital milik Bank BTPN, Jenius, selama pandemi Covid-19, masyarakat lebih sering memanfaatkan platform keuangan digital. Dikutip dari Katadata, dalam studi ‘Adaptasi Masyarakat Digital Savvy Selama Pandemi’ yang melibatkan 567 responden usia 26–40 tahun, menunjukkan bahwa penggunaan digital banking sebelum pandemi hanya 71%. Akan tetapi, selama pandemi jumlahnya meningkat signifikan menjadi 83%. Sedangkan penggunaan ATM sebelum pandemi mencapai 45%, namun ketika pandemi jumlahnya menurun menjadi 34%.

Selain itu, berdasarkan laporan State of Finance App Marketing edisi 2021 yang dirilis AppsFlyer, Indonesia merupakan negara yang menempati urutan ketiga sebagai negara dengan instalasi aplikasi keuangan terbanyak di antara 15 negara lainnya. Dalam hal ini, aplikasi yang merupakan kategori keuangan yaitu bank digital, bank tradisional, layanan keuangan, pinjaman dan investasi online. Jadi, dapat dikatakan bahwa perkembangan fintech, baik itu produk perbankan maupun non-bank, sudah berkembang cukup pesat terutama di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat pada umumnya menggunakan aplikasi teknologi keuangan untuk berbagai macam keperluan seperti pinjaman, kartu kredit, maupun mobile payment. Jumlah aplikasi fintech di Indonesia pun sudah mencapai lebih dari seratus. Selain itu, perbankan yang ada di Indonesia pun mulai bersaing untuk menciptakan inovasi teknologi keuangan untuk mempermudah layanan bagi nasabah yang dimiliki dan menarik nasabah baru.

Di Indonesia sendiri terdapat produk fintech perbankan digital dan produk fintech non-perbankan. Berdasarkan Data Asosiasi Fintech Indonesia per 2021, terdapat 362 startup fintech yang bergerak dalam berbagai bidang seperti OVO, DANA, LinkAja, Modalku, Investree dan lainnya (Fintech.id, 2021).

Fintech News

Sedangkan untuk fintech bank digital di Indonesia seperti yaitu Jenius (Bank BTPN), Digibank (Bank DBS), dan Wokee (Bank Bukopin). Menurut Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangkat, pada dasarnya bank digital yaitu:

Merupakan perubahan model layanan perbankan dari yang sebelumnya secara tradisional menjadi melalui kemajuan perkembangan teknologi informasi.

Jadi, secara keseluruhan, bank digital maupun fintech non-bank memiliki kesamaan yaitu memberikan pelayanan keuangan untuk pelanggan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi terkini. Akan tetapi, yang membedakan adalah untuk produk fintech yang sifatnya non-perbankan pada umumnya berasal dari perusahaan rintisan (startup). Sedangkan produk bank digital merupakan salah satu layanan yang dikeluarkan bank konvensional.

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan dari perbankan yaitu karena lembaganya yang sudah cukup besar, sistem keamanan perbankan jauh lebih stabil dan lebih berpengalaman. Namun perbankan memiliki kekurangan yaitu cukup sulit untuk mengajukan pinjaman untuk kebutuhan dana instan. Sedangkan untuk fintech, memiliki kelebihan jauh lebih inovatif dan dapat mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pinjaman atau dana instan. Namun, fintech pun memiliki keterbatasan juga. Karena fintech berasal dari startup, sifatnya pun masih berkembang dan berubah-ubah yang mempengaruhi kestabilannya keamanannya. Jadi, tidak sedikit startup fintech yang keamanannya masih lebih lemah daripada bank konvensional. Selain itu, dana yang ditawarkan pun juga terbatas jumlahnya, tidak seperti bank.

Jadi, kedua hal tersebut memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, namun sama-sama memiliki tujuan untuk memberikan layanan keuangan untuk masyarakat. Sebagai seorang individu, patut untuk memperhatikan dan mempertimbangkan dengan bijak bila ingin menggunakan kedua produk tersebut. Salah satu hal yang HARUS dilakukan yaitu dengan memastikan lembaga keuangan tersebut telah resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Selain itu, juga dapat memperhatikan review atau pendapat dari orang-orang yang telah menggunakan layanan keuangan tersebut. Gimana kamu udah cobain fintech yang mana aja?

Ditulis oleh: Ratna Latif

Referensi:

Studi Jenius Sebut Transaksi via Digital Naik selama Pandemi Covid-19. (Accessed on July 7th, 2021). https://katadata.co.id/lavinda/finansial/607949d3cddec/studi-jenius-sebut-transaksi-via-digital-naik-selama-pandemi-covid-19

FAQ Fintech Lending. (Accessed on July 7th, 2021). https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/data-dan-statistik/direktori/fintech/Documents/FAQ Fintech Lending.pdf

Terbaru! Ini Daftar 125 Fintech yang Berizin di OJK. (Accessed on July 7th, 2021). https://finance.detik.com/fintech/d-5611042/terbaru-ini-daftar-125-fintech-yang-berizin-di-ojk

Lanskap Ragam Perusahaan Fintech yang Terus Berkembang di Indonesia. (Accessed on July 7th, 2021). https://teknologi.bisnis.com/read/20180702/105/811696/lanskap-ragam-perusahaan-fintech-yang-terus-berkembang-di-indonesia

Apa Itu Bank Digital yang Kian Marak di Indonesia. (Accessed on July 10th, 2021). https://tekno.kompas.com/read/2021/04/21/09150067/apa-itu-bank-digital-yang-kian-marak-di-indonesia?page=all#page2

Daftar Bank Digital di Indonesia. (Accessed on July 10th, 2021). https://tekno.kompas.com/read/2021/04/22/10460097/daftar-bank-digital-di-indonesia?page=all

Bank vs Fintech: Kelebihan dan Kekurangannya. (Accessed on July 7th, 2021). https://www.akseleran.co.id/blog/bank-vs-fintech/

A place to empowering and connecting women through digital and technology #girlskode

A place to empowering and connecting women through digital and technology #girlskode